Senin, 27 Desember 2010
ketika harapan menjadi kekuatan: Bagaimana Menghilangkan Rasa Malas?
ketika harapan menjadi kekuatan: Bagaimana Menghilangkan Rasa Malas?: "Malas? how to avoid this? satu kata yang sangat lumrah dikalangan seorang pelajar seperti saya. satu kata yang bisa membuat nilai-nilai menj..."
Bagaimana Menghilangkan Rasa Malas?
Malas? how to avoid this? satu kata yang sangat lumrah dikalangan seorang pelajar seperti saya. satu kata yang bisa membuat nilai-nilai menjadi berubah. satu kata yang amat mengerikan bila kita sudah terjangkitnya. jangankan membaca buku,bila malas sudah menghampiri melirik bukupun rasanya enggan. lalu bagaimana cara menghilangkan sifat malas yang ada di dalam diri kita? susah memang membuang rasa malas itu,tapi setidaknya rasa malas itu dapat kita kontrol agar tidak menjadi kebablasan nantinya. belajarlah disaatnya memang harus belajar dan liburanlah disaat kamu semestinya berlibur. agar otak pun dapat beristirahat karena selalu di pakai untuk bekerja. buatlah dirimu semangat bila mals sudah menjangkit didalam diri,karena hanya diri sendirilah yang dapat memotivasi diri kita agar semangat lagi belajarnya. Dan hindari tindakan menunda-nunda pekerjaan, agar nantinya pekerjaan kita tidak menumpuk.Karena bila tugas di tumpuk,itu membuat rasa malas semakin menjadi-jadi. So guys,don't like piling work and avoid feeling lazy okeee
Menjadi yang terbaik,bagaimana caranya?
Terkadang menjadi seorang anak ingin memberikan segala yang terbaik bagi kedua orang tuanya. Tak seorang pun anak yang ingin melihat kedua orangtuanya kecewa akan sesuatu hal. Anak yang berbakti akan melakukan apa saja untuk membuat orang tuanya bahagia dan bangga kepadanya. Tetapi bila kebahagiaan itu terbentur oleh ketidakmampuan yang ada pada dirinya. Sungguh sangat menyedihkan.
Ingin memberikan terbaik dalam pendidikan, orangtua ingin melihat anaknya sukses dalam menempuh pendidikan yang nantinya berharap kelak anak tersebut dapat memberikan kebangaan bagi keluarganya. Tetapi apakah mereka berpikir bahwa sesungguhnya itu merupakan beban bagi anaknya? Yang terkadang menjadi pikiran di saat mereka berdiam diri dan belajar. Harapan boleh saja,tetapi bagaimana caranya harapan itu tidak membuat anak menjadi terbebani bahkan frustasi akan tanggung jawab itu?
Ingin memberikan terbaik dalam pendidikan, orangtua ingin melihat anaknya sukses dalam menempuh pendidikan yang nantinya berharap kelak anak tersebut dapat memberikan kebangaan bagi keluarganya. Tetapi apakah mereka berpikir bahwa sesungguhnya itu merupakan beban bagi anaknya? Yang terkadang menjadi pikiran di saat mereka berdiam diri dan belajar. Harapan boleh saja,tetapi bagaimana caranya harapan itu tidak membuat anak menjadi terbebani bahkan frustasi akan tanggung jawab itu?
Langganan:
Komentar (Atom)